Senin, 24 Februari 2014
PASTIKAN KE ORTODONTIS PASANG KAWAT GIGI SALAH TEMPAT WAJAH BISA BERUBAH
Ada tiga tempat memasang kawat gigi. Pertama ditukang gigi, kemudian kedokter gigi dan terakhir didokter spesialis ortodonti. Jadi mana tempat yang benar? Tentu saja didokter spesialis ortodonti. Maraknya kawat gigisebagai penunjang gaya ternyata mengancam kesehatan gigi. Terutama perempuan yang cenderung tertarik memasang kawat gigi.
Di Indonesia sedang marak maraknya karena perubahan struktur gigi karena salah memasang kawat gigi. Sebagian besar pasien memasang kawat gigi ditempat praktik non ortodonti . pada dasarnya penggunaan kawat gigi untuk menyempurnakan struktur gigi yang tepat. Gigi itu alat produksi utama dari hasil pengunyahan menetukan penyerapan nutrisi makan bagi tubuh
Pemasangan kawat gigi bukanlah hal yang mudah. Ada tahapan kompleks yang harus dilalui pasien sebelum dipasang kawat giginya. Mulai dari menghitung jarak antar gigi, analisa model gigi, foto rontgen panoramic,dan sebagainya. Sebelum memasang kawat gigi , masalah kesehatan mulut dan gigi lainya juga harus dibereskan terlebih dahulu. Jadi tidak boleh ada karang gigi,kesehatan gusi harus optimal,tidak boleh ada gigi yang berlubang,serta tidak boleh ada akar gigi dalam pemasangan kawat gigi.
Kenapa serumit itu? Serangakain proses itu untuk menghindari infeksi silang antara pasien yang satu dengan yang lainya . semua prosedur diatas tentu saja tidak dilakukan seorang tukang gigi.
Gigi bergerak setiap harinya. Penggunaan kawat gigi tidak sembarangan karena akan merubah letak gigi. salah –salah pergeseran gigi justru mengancam kerja gigi itu sendiri. Mirisnya pemasnagn kawat gigi marak dan menjadi peluang bisnis menggiurkan. Padahal seharusnya wewenang memasang kawat gigi hanya boleh dilakukan dokter spesialis ortodonti( Sp Ort). Keahlian Sp Ort bukan sembarang gelar. Setelah lulus dari pendidikan dokter gigi harus menempuh pendidikan spesialis ortodonti selama sekitar 3-4 tahun untuk mendapat gelar tersebut. Selama pendidikan spesialis dokter Sp Ort mendalami ilmu mengenai kelainan pertumbuhan gigi dan perkembangan gigi dan wajah. Serta belajar penanggulanganya melalui pencegahan dan perbaikan baik secara bedah maupun non bedah guna mengembalikan fungsi sitem stomatognatik dan estetika gigi yang optimal
Selama pendidikan spesialis dituntut memahami kasus yang berhubungan kawat gigi mulai kasus yang mudah sampai yang kompleks. Setelah lulus dan mendapat gelar pun tidak boleh langsung praktek, harus melewati berbagai ujian tertulis,lisan, dan uji ketrampilan untuk mendapatkan izin praktek.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar