Minggu, 09 Maret 2014
Jangan Abaikan Batasan Suara
Suara merupakan gelombang mekanik yang diantarkan oleh suatu medium yaitu umumnya oleh udara. Kualitas dan kuantitas suara ditentukan antara lain oleh intesitas(loudness),frekuensi, periodesitas(terputus) dan durasinya. Bising didefinisikan sebagai bunyi yang tidak diinginkan(subjektif) dan terdiri dari kompleks getaran berbagai frekuensi dan amplitudo baik secara periodik maupun non-periodik(objektif). Suara yang tidak diinginkan akan memberikan efek yang kurang baik terhadap kesehatan.
Bisingan bisa menimbulkan gangguan pendengaran,gangguan kehamilan,pertumbuhan bayi,gangguan komunikasi,gangguan tidur,psikofiologis,gangguan mental,kinerja,pengaruh terhadap perilaku permukiman, ketidaknyamanan, dan juga gangguan berbagai aktivitas sehari-hari apalagi yang berhubungan dengan telinga.
Kebisingan diukur dalam skala desibel, namun setiap orang memiliki batasan yang berbeda-beda. Untuk batasan suara yang dikatakn bising dalam rentan 80-90 desibel. Ketika seseorang terpapar suara dalam frekuensi tersebut bisa mengalami dampak yang fatal.
Masing-masing suara,memiliki frekuensi yang berbeda. Ada yang batasan normal dan melebihi normal. Ketika paparan frekuensi suara melebihi batasan yang ada dalam 8 jam sehari, maka orang tersebut bisa jadi mengalami kerusakan pada gendang telingadan siput telinga, hingga merusak saraf.
Selain itu, memakai earphone terlalu lama, juga bisa mengganggu pendengaran. Semakin tinggi intensitasnya, telinga hanya boleh mendengar dalam waktu singkat. Dosis ini berlaku untuk semua usia.
Beberapa tempat atau kegiatan tertentu ternyata juga memiliki intesitas dan frekuensi bunyi yang bisa membahayakan pendengaran jika terlalu lama terpapar. Jika intensitas suara lebih dari dosis yang diperkenankan, maka akan terjadi gangguan pada rumah siput.
Lifestyle juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan pendengaran. Belum lagi lingkungan yang ternyata penuh dengan kebisingan.
Gangguan pada pendengaran, boleh jadi tidak disadari. Ketika mengobrol biasa, rasanya tidak ada gangguan. Baru setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui terjadi penurunan yang tajam pada frekuensi 4000 hertz. Sebagian besar kasus pendengaran akibat bising ditemukan pada saat medical check up.
Tentu jika ini tidak ditangani , penurunan pendengaran akan terjadi disemua frekuensi, tak hanya pada frekuensi tinggi 4000 hertz. Kalau tadinya hanya di 4000 hertz lama-lama terjadi tuli disemua frekuensi.
Trauma bising, sebenarnya bisa dicegah. Pertama dengan upaya promotiv preventif. Waspada terhadap bising disekitar anda. Misalnya pakai alat pemutar musik tapi tak perlu disetel dengan volume penuh.
Atau ketika anda mengajak anak-anak kemall, sebaiknya perhatikan seberapa bising tempat tersebut. Jika terlalu bising, sebaiknya tak perlu berlama-lama. Hindari atau kurangi bising secara aktif.
Pengaruhi Daya konsentrasi Anak
Kebisingan adalah polusi suara yang menggangu, hingga lambat laun memengaruhi emosi dan kejiwaan manusia. Polusi suara atau bising juga bisa menimbulkan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Selain itu, kebisingan juga memberi dampak dalam perkembangan anak dalam kandungan.
Jika anak terpapar secara langsung dengan polusi suara atau bising, daya fokusnya akan jauh menurun. Anak yang berada pada lingkungan bising setiap hari, mengakibatkan telinganya lebih sensitif. Hingga menggangu produktivitas hasil pelajarannya. Nilai rapornya menurun karena tidak bisa berkonsentrasi secara maksimal
Respon psikologi dapat berbentuk naiknya tekanan darah, keuarnya hormon tertentu secara berlebihan dan perubahan irama jantung. Apabila tidak ada yang dapat dilakukan untuk berkata “berhentilah bising” itu adalah sebuah ketidakberdayaan yang akan memperburuk respon.
Saat ini banyak anak yang selalu duduk didepan televisi dengan suara yang keras,orangtua yang selalu berteriak-teriak dan suara bising dari keramainyang disebabkan oleh lalulintas. Kebisingan yang berasal dari dalam rumah,baik itu pertengkaran orangtua atau elektronik akan menimbulkan gangguan kognitif anak dan perkembnagan bahasa. Anak akan kesulitan mendapatkan kesunyian dan ketentraman didalam rumah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar