Kamis, 06 Maret 2014

HATI-HATI SUARA BISING

“POLUSI”Suara, Ganggu Tumbuh Kembang Anak Bermain di mall bagi sebagian orang menjadi aktivitas menyenangkaan, namun sadarkah kalau mal ternyata berbahaya bagi anak-anak, karena dapat “merusak” pendengaran. Sebaiknya anak jangan telalu sering mengunjungi permainan dipust pusat perbelanjaan. Pasalnya tingkat kebisingan cukup tinggi. Kebisingan dalam wahana permainan anak dalam pusat perbelanjaan, mencapai 128 decibel. Sementara batas aman bising hanya sampai 80 desibel. Kebisingan dapat mempengaruhi kesehatan terutama kesehatan pendengaran anak. Baik yang sifatnya sementara ataupun permanen. Hal ini sangat dipengaruhi oleh intensitas dan lamanya pendengaran terpapar kebisingan. Oleh karenanya, kebisingan sering kali menggangu aktivitas pada anak. Apalagi jika kebisngan itu bernada tinggi. Pengaruh kebisingan terputus-putus atau datang secara tiba-tiba dan tak terduga, sangat terasa. Lebih-lebih bila sumber kebisingan itu tidak diketahui. Bising juga dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Terutama pada keseimbnagan tubuhnya. Tidak hanya itu bising ternyata dapat pula menggagu organ tubuh dalam dan mengganggu pendengaran. Pendengaran akan lebih sering terganggu oleh kondisi yang memang tidak diinginkan. Misalkan, suara bising kendaraan dijalan raya, tinggal dipinggir bandar udara,dipabrik dnegan suara bising yang keras dan masih banyak lagi. Apabila terus menerus melakukan aktivitas ditempat bising. Maka kehilngan daya dengar yang terjadi bisa menetap dan tidak pulih kembali. Bising yang didengarkan anak setiap hari dari lingkungan seperti jalanan tentu sangat buruk. Tidak hanya memaparkan polusi udara tetapi juag polusi suara. Dengan seringnya anak-anak melewati jalanan maka semakin buruk pula bagi dirinya apalagi bagi anak jalanan. Anak yang masih duduk dibangku sekolah misalanya akan mengalami kesulitan menangkap pelajaran dan materi yang diberikan oleh para guru yang menjelaskan. Bukan hanya itu semakin lama ia tidak akan mulai merepons pertanyaandari snag guru atau tidak bisa mendengar. Pada anak tingkat keseimbangan pada tubuh apalagi organ tubuh dalamnya akan ikut terganggu. Beberapa anak bahkan bisa mengalami serangan pada saraf pada otaknya. Beberapa juga berdampak pada detak jantungnya. Jadi orang tua lebih peduli akan polusi suara yang kerap ada dilingkungan kita. Sehingga tidak mengorbankan masa depan anak. Bila kebisingan berlanjut maka penyakit permanen terjadi pada sirkulasi. Jadi kebisingan dengan ketengangan dapat mengakibatkan dampak bagi organ tubuh secara langsung. Bising bukan hanya terjadi, dikarena polusi suara dijalan, tetapi juga dari gadget yang dimiliki anak. Gadget masa kini yang lebih canggih dengan beragam fitur seperti game tentu akan membuat anak merasa kecanduan memainkanya setiaphari. Dampak ditimbulkan bukan hanya pada rabun mata. Namun juga pada telinga. Telinga akan tampak lebih sensitif. Bila secara terus menerus dan mengenakan earphone ternyata dapat menyakiti gendang telinganya. Memberikan gadget pada anak sebenarnya bisa menjadi pelajaran. Tetapi perlu diingat bila anak sudah kecanduan pada gadget tentu akan sangat berisiko pada kesehatan dan sikap. Selain itu meisn-mesin permainan disejumlah mal melebihi batas yang ditetapkan. Namun banyak orangtua justru tidak menyadari dan membiarkan anak-anak mereka bermain hingga berjam-jam dipusat permainan. Ketulian pada anak dapat menggangu perkembangan kognitif,psikologi, dan sosial, yang secara otomatis akan menggangu perkembangan komunikasinya,buruknya prestasi akademikdisekolah,sehingga berpengaruh kepada kemandiriannya pada saat dewasa dan rentan mengalami gangguan fisik dan mental

Tidak ada komentar:

Posting Komentar